AppId is over the quota
Ratusan sopir bus berbagai jurusan di Terminal Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat menggelar aksi demonstrasi dengan cara mogok beroperasi. Akibatnya ribuan penumpang yang hendak berangkat ke Jakarta, Bekasi, Bandung dan Sukabumi telantar, Kamis (2/5).
Berdasarkan pantauan, ratusan bus terlihat terparkir mengantre di pintu masuk dan pintu keluar terminal. Tak sedikit pula penumpang bersikukuh menunggu di depan terminal.
Sebagian penumpang akhirnya beralih ke transportasi lain, seperti Kereta Rel Listrik (KRL) dan memilih bus yang melintas di jalur Ciawi.
Di saat bersamaan, para sopir bus memilih long march ke kantor DPRD Kota Bogor untuk menggelar aksi demo. Mereka menolak rencana Pemkot Bogor yang akan merelokasi terminal itu ke terminal sementara di Wangun, Ciawi dan Terminal Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor.
Mereka juga menolak Pemkot Bogor membangun mall dan hotel di Baranangsiang. Bagi sopir, bila rencananya merenovasi atau revitalisasi terminal mereka tidak mempersoalkan.
"Yang kami tolak adalah pembangunan mall dan hotel di area Terminal Baranangsiang," kata Yanuar, 35, sopir bus Kramatjati jurusan Bogor-Purwakarta saat ditemui di terminal.
Sementara itu, penumpang yang akan berangkat ke Jakarta dan wilayah lainnya di Jawa Barat hanya bisa menunggu angkutan pengganti bus yang tidak beroperasi.
"Saya mau ke Cikarang, tapi busnya enggak jalan karena sopirnya demo," ujar Ida, 45, calon penumpang asal Ciomas saat ditemui di terminal Baranangsiang Bogor.
Sementara itu Trisno (28), pagi itu hendak berangkat ke Cirebon bersama istri dan mertuanya, tidak mengetahui kalo para sopir demo. "Saya naik apa ya mau Terminal Kampung Rambutan dulu," tanyanya.
Akibat aksi demo para sopir ini, sebagian besar penumpang terpaksa mencari angkutan alternatif, seperti naik taksi atau kereta api. Beberapa penumpang lainnya memilih tidak jadi berangkat ke Jakarta.
"Saya tidak ke kantor, mending pulang saja. Saya sudah minta surat keterangan dari petugas DLLAJ, kalau memang hari ini sopir bus mogok beroperasi," ujar Andri, warga Cempaka Putih, Jakarta.
$(document).ready(function(){$('.pb_prev').mouseover(function(){$('#pl_prev').css("display","block");$('#pl_next').css("display","none");$('#ppc').css("display","block");$('#pnc').css("display","none");});$('.pb_next').mouseover(function(){$('#pl_prev').css("display","none");$('#pl_next').css("display","block");$('#ppc').css("display","none");$('#pnc').css("display","block");$('#pnc').css("marginLeft","350px");});});Health; Cancer; Heart Attack; Weight loss
Health; Cancer; Heart Attack; Weight loss

Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author: Unknown
Thank you for your coming, please leave your comment
0 komentar:
Posting Komentar